23 Desember 2008

Antologi Puisi 3

Eva Zahrtul Fajriyah

Dalam Pencarian

Apakah yang dicari

Sekian tahun menjalani hidup ini

Siapakah yang harus ditanyai

Tentang arti hidup ini

Semua kata di ikuti

Semua nasehat dipatuhi

Tapi, semua tidak mencukupi

Menutupi kekosongan hati

Semua panutan dituruti

Semua tokoh diteladani

Tapi, apakah ini kemauan hati?

Jati diri yang dibentuk hanya imitasi

Akhirnya, satu hal disadari

Semua yang dicari

Akan ditemukan sendiri

Saat mengamati hidup ini

Bersama PMII

Eva Zahrtul Fajriyah, putra daerah Lenteng. Senang menulis berbagai karya. Baik fiksi dan non fiksi

Puisi Indayani

Sketsa Rindu

Dari malam yang kecut

Rinduku bersenandung

Bersama dederuk

Tak pernah

Sedikitpun mengendap

Seperti air hujan di celah jalanan raya berkubang

Kemuakan menanti perjamuan bermuatan minus-plus

Sebentar lagi meluap tak berspasi

Di elkulibrium

Membahan di sekat-sekat saraf mortorik dan sensorik

Merambati aliran darah sampai sumsum

Aku nanar

Sayatan rindu lirih ini

Sudah stadium akhir

Berefek anomaly dan mampu menguak antariksa

Sebab sholawat yang menari dari tirai bibir sang kumbara

01: 39

Indayani.

Puisi Zahratuttamamah

Periode Kesengsaraan

Ia dating dari kegelapan

Membangkitkan amarah pertikaian

Di sela tawa keterpurukan

Membongkar segala yang ada

Melambungkan jeritan tertahan

Lalu

Tumpahlah dalam

Periode kesengsaraan.

2008

Zahratuttamamah, lahir pada tanggal 22 Desember 1988. Tepatnya di desa Blatar Timur, Duko, Rubaru, Sumenep.

Puisi Andriana

…!

Hembusan bayu

Menggigilkanku

Hingga saat ini masih beku

Bagai gumpalan es

Di musim salju

Entah ini detik yang keberapa

Semua dating

Silih berganti

Tuhan…!

Kini kukatakan dengan indah

Rasa syukur

Yang tulus

Atas cinta yang kau berikan

Lewat orang-orang yang aku takdimi dan hormati

Dan orang-orang yang hamba cinta seyangi

Andriana, lahir di Ambeunten, Sumenep, pada tanggal 20 Januari 1988. Sedang menekuri hari-harinya dengan lukisan inspirasi

Pusi Siti Fajariyah

Percikan Cinta

Manis kata tak semanis kata yang terucap lewat hati

Yang paling dalam dan tulus

Kesucian hati yang disucikan

Dengan air kasih

Yang selalu menenangkan jiwa

Dalam diri sang kekasih

Siti Fajariyah (Eva)

Puisi Kinnah Rahamtillah

R:7

Kau …

Seperti esensi

Dari eksistensi

2008

Kinnah Rahmatillah, lahir di desa Ketagena Tengah, kecamatan Kadur, Pamekasan. Dia lahir pada tanggal 10 Januari 1987

Tidak ada komentar:

Posting Komentar